Gunung Padang
yang ada di Cianjur, Jawa Barat, semakin mendapat perhatian setelah di
sana ditemukan situs peninggalan dari zaman Megalitikum. Saat ini sedang
dilakukan penelitian untuk menguak berbagai hal tentang situs di areal
seluas 25 hektar, dari sebelumnya hanya 1,7 hektar. Perluasan area
penelitian melalui peraturan Gubernur Jawa Barat itu membantu
menciptakan penataan lingkungan terkait banyaknya wisatawan yang datang
ke Situs Megalitikum Gunung Padang.
Keberadaan situs ini memunculkan perhatian dari peneliti dalam dan
luar negeri. Pasalnya, situs di Gunung Padang cukup luar biasa. Pada
Konferensi IInternasional Gotrasawala yang di helat di Bandung belum
lama ini terungkap, Gunung Padang memiliki punden berundak yang diduga
terbesar untuk kawasan Asia Tenggara. Situs yan berasal dari zaman
Megalitikum tersebut punya luas bangunan 900 meter persegi dan luas
areal mencapai 3 hektar.
Ini sebuah kekayaan peninggalan prasejarah yang akan diungkap lebih
jauh oleh para peneliti. Ketika dilakukan pengetesan dengan menggunakan
metode karbon terungkap, situs diperkirakan sudah ada semenjak 10 ribu
tahun sebelum masehi. Jika dibandingkan dengan temuan situs lain di
dunia, usia Situs Megalitikum Gunung Padang sudah berdiri jauh sebelum Piramida Gaza dan Spinx dibangun.
Jika dibandingkan dengan Candi Borobudur, luas yang dimiliki situs
Gunung Padang jauh lebih besar. Oleh karena itu, eksplorasi lebih lanjut
tentang situs ini kemungkinan akan menemui sebuah bangunan yang
besarnya luar biasa. Lokasi Situs Megalitikum Gunung Agung berada di
Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur. Dikutip
Republika Online, keberadaannya sudah diperbincangkan di tingkat dunia.
Post Top Ad
Tuesday, January 7, 2014
Situs Punden Berundak di Gunung Padang Terbesar se-Asia Tenggara
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Post Bottom Ad
Author Details
TNN (Terkepo News Network) adalah sajian info-info unik, viral, terkini dan sebagaianya bersumber dari berbagai media. Semua informasi yang tampil di laman ini mencantumkan sumber berita/informasi.


No comments:
Post a Comment